Bislin
HomeFeaturesPricingHelp
Get Started
← Blog
Tips Jualan

Riset Produk Laris untuk Jualan Online: Langkah Praktis untuk Pemula

T
Tim Bislin
12 Aug 20265 menit baca

Memulai jualan online itu menarik, tapi seringkali kita bingung: produk apa yang harus dijual? Banyak orang langsung mengambil produk pertama yang tampak laris di marketplace, tanpa riset terlebih dahulu. Hasilnya? Sepi pembeli, modal menumpuk, dan semangat langsung padam. Padahal, riset produk itu bukan hal rumit. Dengan langkah yang tepat, kamu bisa menemukan produk yang tidak hanya laku, tapi juga sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Artikel ini akan membantumu melakukan riset produk laris untuk jualan online dengan cara yang praktis dan ramah pemula.

Kenapa Riset Produk Itu Penting?

Riset produk bukan sekadar melihat produk orang lain yang ramai dibeli. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk yang kamu pilih punya permintaan nyata, persaingan yang sehat, serta margin keuntungan yang cukup. Banyak pebisnis online gagal bukan karena produknya buruk, tapi karena mereka tidak memahami apa yang sebenarnya dicari konsumen. Dengan riset yang benar, kamu bisa mengurangi risiko kerugian dan menemukan peluang yang belum banyak digarap kompetitor.

5 Langkah Riset Produk yang Bisa KamuLangsung Coba

Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu praktikkan, tanpa perlu tools berbayar atau data rumit. Semuanya bisa dilakukan dengan observasi sederhana dan internet.

1. Mulai dari Minat dan Keahlian yang Kamu Punya

Selain menjawab soal pasar, pilihlah produk yang kamu pahami. Misalnya, kamu penggemar skincare, kamu akan lebih mudah menilai kualitas produk dan menjelaskan manfaatnya ke konsumen. Minat ini juga akan membantumu bertahan saat mulai jualan, karena kamu tidak mudah bosan. tuliskan 3-5 ide produk yang sesuai dengan hobi atau pengalamanmu. Dari situ, kamu sudah punya basis untuk riset lebih lanjut.

2. Amati Permintaan di Marketplace dan Media Sosial

Kunjungi marketplace populer seperti Shopee atau Tokopedia (atau platform lain yang kamu gunakan). Ketik kata kunci yang berhubungan dengan ide produkmu pada kolom pencarian. Perhatikan produk-produk yang muncul di halaman pertama: berapa banyak yang terjual, bagaimana ratingnya, dan apakah komentar pembelinya logis. Produk dengan penjualan tinggi dan ulasan baik menandakan permintaan yang sehat. Kamu juga bisa bergabung dengan grup Facebook atau komunitas lain yang membahas topik terkait produkmu. Lihat masalah atau keluhan yang sering muncul dari calon pembeli. Di sinilah peluang produk inovatif bisa kamu temukan.

3. Analisis Kompetitor dan Cari Celah Pasar

Jangan takut dengan kompetitor. Justru kehadiran mereka membuktikan bahwa produk ini punya pasar. Yang kamu butuhkan adalah membedakan dirimu. Perhatikan kompetitor yang sudah sukses: apa kelemahan layanan mereka? Misalnya, mereka jarang membalas chat, pengiriman lambat, atau pilihan ukuran terbatas. Dari celah-celah ini, kamu bisa menawarkan sesuatu yang lebih baik. Jika banyak yang sudah menjual produk serupa, pikirkan niche yang lebih spesifik. Contohnya, alih-alih menjual semua jenis tas, kamu bisa fokus pada tas laptop yang ramah untuk perempuan, atau tas khusus untuk pekerja perantauan. Produk yang terkesan sempit justru bisa lebih mudah menjaring pembeli yang loyal.

4. Hitung Harga Pokok dan Margin Keuntungan

Produk yang menarik secara permintaan belum tentu menguntungkan untukmu. Cari tahu harga dasar produk dari supplier, lalu tambahkan ongkos kirim, biaya kemasan, dan biaya iklan (jika ada). Sebagai praktik umum, pastikan kamu mendapat margin minimal 30% dari harga jual. Jika kamu harus menjual dengan harga di bawah margin itu karena persaingan harga, pertimbangkan untuk mencari produk lain. Jangan lupa untuk memperhitungkan harga psikologis seperti Rp50.000, Rp75.000, atau Rp99.000. Kamu bisa berlatih dengan membuat tabel sederhana di catatan HP atau kertas.

5. Lakukan Uji Coba Kecil Sebelum Beli Stok Besar

Setelah menetapkan produk pilihan, jangan langsung memborong barang dalam jumlah besar. Lakukan pre-order atau kerja sama dengan supplier untuk membeli sampel atau dalam jumlah satuan. Uji produk tersebut secara pribadi. Lampirkan testimoni langsung dari pengalamanmu kepada calon pembeli. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur iklan dengan anggaran harian yang kecil untuk mengukur respons pasar. Jika dalam beberapa minggu mulai ada penjualan atau minimal banyak yang bertanya, berarti produkmu punya potensi. Tahap ini justru sering terlewat oleh pemula karena ingin cepat jualan.

Manfaatkan Data dari Media Sosial untuk Riset Produk

Media sosial bukan hanya tempat promosi, tapi juga sumber riset yang kaya. Gunakan fitur pencarian di aplikasi seperti Instagram atau TikTok. Ketik kata kunci umum seperti "produk kekinian" atau spesifik seperti "skincare untuk kulit sensitif". Amati konten yang viral - itu menunjukkan apa yang sedang diminati banyak orang. Kamu juga bisa melihat komentar-komentar di konten tersebut untuk menemukan kebutuhan yang belum terpenuhi. Banyak kreator konten juga sering membagikan produk favorit mereka; jadikan itu sebagai referensi awal. Namun, pastikan produk yang kamu pilih tetap sesuai dengan karakteristik dan budget target pasarmu.

Gunakan Link Bio sebagai Tolok Ukur Minat

Jika kamu sudah mulai promosi di media sosial, kamu bisa mengarahkan pengikutmu ke link bio yang memuat daftar produk. Disinilah peran platform bio link seperti Bislin bisa membantu. Dengan menggunakan bislin.com, kamu bisa membuat halaman khusus berisi katalog produk tanpa perlu membangun toko yang ribet. Lebih menariknya, kamu bisa melihat seberapa banyak orang yang mengklik link tersebut. Angka klik yang tinggi menandakan minat yang bagus, meskipun pembelian belum terjadi. Ini bisa menjadi validasi awal untuk produk yang kamu pilih. Kamu juga bisa mengatur tata letak katalog untuk menguji produk mana yang paling diminati.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Riset Produk

  • Meniru produk yang sedang ramai tanpa keunikan. Jika semua orang menjual produk yang sama, pembeli tidak punya alasan khusus memilihmu. Tambahkan value seperti desain yang lebih bagus, bonus, atau layanan yang ramah.
  • Mengabaikan target market. Jangan menjual produk untuk semua orang. Semakin spesifik target pasarmu, semakin mudah kamu menentukan harga dan cara promosi.
  • Langsung membeli stok besar tanpa uji coba. Selalu mulai dari kecil untuk menghindari kerugian besar.
  • Terlalu fokus pada harga murah. Konsumen itu tidak selalu mencari harga termurah, tetapi nilai yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mulai Riset Sekarang, Jangan Menunda

Riset produk memang membutuhkan waktu, tapi itu adalah investasi terbaik sebelum kamu memutuskan produk yang akan dijual. Jangan menunggu produk sempurna, karena produk yang sempurna itu tidak akan pernah ada. Yang perlu kamu lakukan adalah menemukan produk yang cukup baik, sesuai dengan kebutuhan pasar, dan kamu banggain untuk menjualnya. Setiap langkah kecil yang kamu lakukan hari ini akan membantumu terhindar dari kerugian besar di masa depan.

Jika kamu sudah menemukan produk pilihanmu, saatnya membuka toko online yang mudah dipromosikan di media sosial. Dengan Bislin, kamu bisa membuat bio link yang berisi katalog produk, profil usaha, dan tautan ke WhatsApp atau marketplace. Semua bisa diatur dengan cepat tanpa perlu keahlian teknis. Mulai tahapan riset produkmu sekarang, dan wujudkan mimpimu berjualan online dengan percaya diri. Kunjungi bislin.com untuk mencoba layanan yang akan mendukung langkahmu.

Artikel Lainnya

Tips Jualan

Strategi Diskon & Bundling yang Tetap Untung untuk Bisnismu

Tingkatkan omzet tanpa menggerus profit. Pelajari strategi diskon dan bundling yang tetap untung untuk UMKM, kreator konten, dan afiliator.

Tips Jualan

Copywriting Produk yang Bikin Orang Beli: 4 Formula Jitu

Pelajari 4 formula copywriting produk yang bisa langsung kamu pakai untuk meningkatkan penjualan, cocok untuk pemula di Bislin.

Tips Jualan

Monetisasi Audiens Media Sosial: Dari Followers Jadi Penghasilan

Pelajari cara monetisasi audiens media sosial dengan strategi bio link dan toko online. Ubah followers jadi pelanggan tanpa ribet.

Bislin

The all-in-one platform to build a website, open an online store, accept payments, and grow your digital business in one place.

Product

MarketplaceCreatorsThemesFeaturesPricing

Resources

Help CenterFull Custom Service

Company

AboutBlogCareersContact

© 2026 Bislin. All rights reserved.

Privacy PolicyTerms of Service